mengukur volume larutan ternyata jauh lebih cepat dbandingkan dengan menimbang berat suatu zat secara gravimetri. analisis volumetri bisa juga disebut titrimetri, jadi zat yang akan dianalisis dibiarkan bereaksi dengan zat lain yang konsentrasinya diketahui dan dialirkan dari buret dalam bentuk larutan.
volume pada jumlah reagen yang ditambahkan tepat sama dengan yang diperlukan untuk bereaksi sempurna oleh zat yang dianalisis atau disebut titik ekivalen.
pada dasarnya, semua metode titrimetri tergantung pada pembuatan larutan standar yang mengandung sejumlah reagen persatuan volume larutan dengan ketetapan yang tinggi. konsentrasi biasa dinyatakan dalam normalitas.
larutan standar yang akan digunakan dapat dibuat dengan menimbang reagen murni secara tepat, karena tidak semua standar tersedia dalam keadaan murni. oleh karena itu dikenalah yang namanya standaar primer, yaitu larutan yang tersedia dalam komposisi kimia yang jelas dan murni.
larutan ini hanya bereaksi pada kondisi titrasi dan tidak melakukan reaksi sampingan. tidak berubah ataupun bereaksi di tempat terbuka. standar primer yang biasa digunakan dalam titrasi volumetri adalah:
a). asam: C6H2(COOK)(COOH), KH pthalat, C6H5COOH, HCL, asam sulfat, SO2(NH2)OH, K asam ioat KHIO3
b). basa: Na2CO3, MgO, dan Na2B4O7
c). oksidator: K2Cr2O7, (NH4)2 Ce(NO3)6, KBrO3, KIO3, KH(IO3)2, I2
d). reduktor: Na2C2O4, Fe(N2H4N2H6)(SO4)2.4H2OFe, K4Fe(CN)6
e). lain2: NaCl, KCl
dalam menggunakan standar primer larutan titrimetri yang sesuai adalah distandarisasikan secara gravimetri.
(sumber: konsep dasar kimia analisis, SM Khopkar 2003)
Senin, 21 Desember 2009
Minggu, 20 Desember 2009
Control Valve
Control valve merupakan elemen kontrol akhir yang umum. ia belerja sebagai sebuah pembatasan yang berubah-ubah (variabel restriction) dalam pipa proses.
-Aksi control valve
"tindakan apa yang kita inginkan terhadap valve saat suplai energinya gagal?"
jawabannya berkaitan dengan posisi gagal dari valve dengan pertimbangan safety
jenis control valve berdasarkan suplai udara:
1). fail open atau air to closer
yaitu posisi awal katup jenis ini adalah terbuka jadi bila tidak ada suplai udara maka katup akan terbuka. untuk menutupnya diperlukan suplai udara
2). Fail closed atau ait to open
yaitu posisi awal katup jenis ini adalah tertutup jadi bila tidak ada suplai udara maka katup akan tertutup. untuk membukanya diperlukan suplai udara
pemilihannya tergantung prosesnya, bahkan proses secara keseluruhan
contoh:
proses pemanasan yang baik adalah menggunakan FC valve, tetapi kalau fluida yang dipanasi berupa polimer yang kalau pemanasnya mati bisa terjadi solidasi maka yang aman menggunakan FO valve
-Aksi control valve
"tindakan apa yang kita inginkan terhadap valve saat suplai energinya gagal?"
jawabannya berkaitan dengan posisi gagal dari valve dengan pertimbangan safety
jenis control valve berdasarkan suplai udara:
1). fail open atau air to closer
yaitu posisi awal katup jenis ini adalah terbuka jadi bila tidak ada suplai udara maka katup akan terbuka. untuk menutupnya diperlukan suplai udara
2). Fail closed atau ait to open
yaitu posisi awal katup jenis ini adalah tertutup jadi bila tidak ada suplai udara maka katup akan tertutup. untuk membukanya diperlukan suplai udara
pemilihannya tergantung prosesnya, bahkan proses secara keseluruhan
contoh:
proses pemanasan yang baik adalah menggunakan FC valve, tetapi kalau fluida yang dipanasi berupa polimer yang kalau pemanasnya mati bisa terjadi solidasi maka yang aman menggunakan FO valve
Komponen Dasar Sistem Kontrol
Sensor : menghasilkan fenomena, mekanik, listrik, atau sejenisnya yang berhubungan dengan variabel proses yang diukur.
Transmitter: mengubah fenomena ini ke dalam sinyal yang ditransmisikan
Ada 3 hal penting:
a. Range of instrument: harga yang rendah dan tinggi. Misalnya: sensor/ transmitter tekanan yang telah dikalibrasi untuk mengukur tekanan proses antara 20psig dan 50 psig
b. Span of the instrument: beda antara harga tinggi dan rendah. dari contoh berarti spannya 30 psi.
c. Zero of the instrument: harga range yang rendah dari contoh berarti zeronya 20 psig
Untuk menggambarkan perilaku sensor/transmitter:
gain of sensor/transm,ittea (rasio antara span keluaran dan span massukan)
Ada 2 jenis gain:
1). Gain yang konstan
contoh: sensor/transmitter tekanan elektronik yang memiliki range 0-200 psig dengan keluaran 4-20 mA
2). Gain sebagai sebuah fungsi
contoh: sensor tekanan differensial yang digunakan untuk mengukur tekanan differensial (h) yang melalui orifis.
respon dinamik dari sensor/transmitter lebih cepat dari pada proses, sehingga konstanta waktu dan dead time diabaikan. fungsi alihnya hanya berisi gain yang murni. karena sifatnya dinamik, maka fungsi alih instrument dinyatakan dalam sistem orde satu atau orde dua.
Transmitter: mengubah fenomena ini ke dalam sinyal yang ditransmisikan
Ada 3 hal penting:
a. Range of instrument: harga yang rendah dan tinggi. Misalnya: sensor/ transmitter tekanan yang telah dikalibrasi untuk mengukur tekanan proses antara 20psig dan 50 psig
b. Span of the instrument: beda antara harga tinggi dan rendah. dari contoh berarti spannya 30 psi.
c. Zero of the instrument: harga range yang rendah dari contoh berarti zeronya 20 psig
Untuk menggambarkan perilaku sensor/transmitter:
gain of sensor/transm,ittea (rasio antara span keluaran dan span massukan)
Ada 2 jenis gain:
1). Gain yang konstan
contoh: sensor/transmitter tekanan elektronik yang memiliki range 0-200 psig dengan keluaran 4-20 mA
2). Gain sebagai sebuah fungsi
contoh: sensor tekanan differensial yang digunakan untuk mengukur tekanan differensial (h) yang melalui orifis.
respon dinamik dari sensor/transmitter lebih cepat dari pada proses, sehingga konstanta waktu dan dead time diabaikan. fungsi alihnya hanya berisi gain yang murni. karena sifatnya dinamik, maka fungsi alih instrument dinyatakan dalam sistem orde satu atau orde dua.
Diantara dua bayangan
Merajut mimpi, kemudian
Memintalnya menjadi sebuah harapan
Akankah semua menjadi satu perwujudan??
ataukah hanya sekedar sebuah bayangan??
bayangan di dalam bayangan
Merajut mimpi, lalu
Memintalnya menjadi sebuah kepastian
Akankah dunia memberikan satu kebaikan yang sama??
ataukah hanya sekedar bayangan di antara bayangan??
hmmm.....
diantara dua bayangan
nyata..
maya...
ataukah semu.
tak ada yang tau
hanya usaha yang bisa menjawabnya
hingga diantara dua bayangan itu tereduksi
menjadi satu kenyataan yang pasti
lalu hidup di alam nyata
Memintalnya menjadi sebuah harapan
Akankah semua menjadi satu perwujudan??
ataukah hanya sekedar sebuah bayangan??
bayangan di dalam bayangan
Merajut mimpi, lalu
Memintalnya menjadi sebuah kepastian
Akankah dunia memberikan satu kebaikan yang sama??
ataukah hanya sekedar bayangan di antara bayangan??
hmmm.....
diantara dua bayangan
nyata..
maya...
ataukah semu.
tak ada yang tau
hanya usaha yang bisa menjawabnya
hingga diantara dua bayangan itu tereduksi
menjadi satu kenyataan yang pasti
lalu hidup di alam nyata
Sabtu, 19 Desember 2009
ABSORPSI cuy...
absorpsi itu pelarutan suatu bahan dari fasa gas kedalam fasa liquid. Proses absorspi lebih cenderung disukai oleh bahan yang memiliki tekanan uap rendah. Dengan memperluas permukaan kontak antara kedua fasa tersebut maka proses absorpsi akan meningkat.
dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya absorpsi merupakan aplikasi dari perpindahan massa karena:
-dapat meningkatkan /menurunkan kosentrasi
-memanaskan atau mendinginkan sistem melalui perpindahan secara simultan dari massa dan panas.
proses pemisahan:
a. destilasi : prinsip pemisahannya berdasarkan titik didih dan tekanan uap. melibatkan fasa cair-gas. kondisi operasi suhu masuk dan keluar berbeda. peralatan yang paling banyak dipakai adalah Tray column
b. absorpsi : prinsip pemisahaannya berdasarkan difusifitas dan tekanan uap. melibatkan fasa cair-gas. kondisi operasi suhu dan tekanan tetap. peralatan yang paling banyak dipakai adalah packing column.
c. ekstraksi : prinsip pemisahannya berdasarkan perbedaaan sifat fisika dan kimia. melibatkan fasa cair-cair. kondisi operasi suhu dan tekanan tetap
d.leaching: melibatkan fasa Padat-cair. kondisi suhu dan tekanan juga tetap. umumnya proses leaching sering disebut dengan ekstraksi padat-cair.
a. destilasi : prinsip pemisahannya berdasarkan titik didih dan tekanan uap. melibatkan fasa cair-gas. kondisi operasi suhu masuk dan keluar berbeda. peralatan yang paling banyak dipakai adalah Tray column
b. absorpsi : prinsip pemisahaannya berdasarkan difusifitas dan tekanan uap. melibatkan fasa cair-gas. kondisi operasi suhu dan tekanan tetap. peralatan yang paling banyak dipakai adalah packing column.
c. ekstraksi : prinsip pemisahannya berdasarkan perbedaaan sifat fisika dan kimia. melibatkan fasa cair-cair. kondisi operasi suhu dan tekanan tetap
d.leaching: melibatkan fasa Padat-cair. kondisi suhu dan tekanan juga tetap. umumnya proses leaching sering disebut dengan ekstraksi padat-cair.
Langganan:
Postingan (Atom)